MATABLITAR.COM – Pondok Pesantren Roudlotul Hanan Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani melalui kegiatan Haflah Tasyakuran Munaqosah Tasmi’ Juz 30 yang digelar pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh 21 santri dan santriwati yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 atau Juz ‘Amma.
Mengusung tema “Mencetak Generasi Qur’an yang Memiliki Kecerdasan Spiritual, Moralitas dan Intelektualitas,” acara ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Pondok Pesantren Roudlotul Hanan.
Kegiatan dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan agenda tasmi’ hafalan Juz 30, yakni memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan para penguji, pendamping, serta orang tua santri yang turut hadir menyaksikan secara langsung proses tersebut.
Suasana haru dan bangga terlihat dari para wali santri yang hadir. Mereka menyimak dengan penuh perhatian setiap lantunan ayat yang dibacakan oleh anak-anak mereka.
Tidak sedikit di antara mereka yang tampak terharu melihat putra-putri mereka mampu menghafal dan membaca Al-Qur’an dengan baik.
Setelah pelaksanaan shalat Asar berjamaah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bersama surat Ad-Dhuha hingga An-Nas oleh seluruh peserta tasmi’.
Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca secara serempak menciptakan suasana religius yang begitu mendalam di lingkungan pesantren.
Memasuki sesi utama, dilaksanakan munaqosah tasmi’ Juz 30, yaitu proses pengujian hafalan yang bertujuan untuk menilai kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta kefasihan bacaan para santri.
Dalam sesi ini, para peserta diuji oleh para penguji dan tamu undangan yang memastikan bahwa hafalan yang dimiliki para santri benar-benar kuat dan sesuai dengan kaidah membaca Al-Qur’an.
Usai munaqosah tasmi’ juz 30, kegiatan dilanjutkan dengan munaqosah pembacaan kitab kuning para santri dan santriwati SMP Al Hanan, lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Roudlotul Hanan.

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hanan, KH. Ahmad Mudlofi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tasmi’ merupakan bagian penting dalam proses pendidikan Al-Qur’an.
Menurutnya, tasmi’ bukan hanya sekadar memperdengarkan hafalan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi sekaligus pembinaan mental bagi para santri.
“Tasmi’ Juz 30 ini memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya memperkuat hafalan para santri, mengoreksi kesalahan tajwid termasuk panjang pendek bacaan, serta melatih keberanian dan kepercayaan diri santri ketika membaca Al-Qur’an di depan umum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendidikan Al-Qur’an harus menjadi pondasi utama bagi generasi muda agar mereka memiliki karakter yang kuat serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai moral yang kokoh.
Lebih lanjut, KH. Ahmad Mudlofi juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi masyarakat sekitar pesantren. Ia mengungkapkan bahwa izin operasional SMP Al Hanan telah resmi diterbitkan, sehingga lembaga pendidikan tersebut kini siap berkontribusi dalam dunia pendidikan di Kabupaten Blitar.
Menurutnya, kehadiran SMP Al Hanan merupakan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pendidikan yang memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum secara seimbang.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar perjalanan SMP Al Hanan dapat berjalan lancar dan mampu menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas,” ujarnya.
Dengan adanya lembaga pendidikan formal tersebut, Pondok Pesantren Roudlotul Hanan berharap dapat memberikan ruang pembelajaran yang lebih luas bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri mereka, baik dalam bidang ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum.
Kegiatan Haflah Tasyakuran Munaqosah Tasmi’ Juz 30 ini akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan para santri, para guru, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Roudlotul Hanan.
Kebersamaan semakin terasa hangat saat seluruh peserta kegiatan, wali santri, serta para tamu undangan mengikuti buka puasa bersama yang menjadi penutup rangkaian acara pada sore hari itu.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Roudlotul Hanan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi pendidikan Al-Qur’an sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, moralitas, dan intelektualitas sebagaimana tema yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Ke depan, pesantren ini diharapkan terus berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (Bin/red)



Tinggalkan Balasan