MATABLITAR.COM – Talun – Upaya pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang digelar pada Kamis (12/3/2026) di Dusun Bendilputih, Desa Tumpang, Kecamatan Talun.

Kegiatan yang diikuti oleh KPM PKH Dusun Bendilputih 1 ini menghadirkan dua narasumber, yakni Katimcam PKH Talun, Putut Daerobi, serta Penyuluh Agama KUA Kecamatan Talun, Gus Baedhowi Hasan.

Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif, dengan peserta yang tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Putut Daerobi menyampaikan materi tentang pentingnya memahami perilaku anak sebagai bagian dari peran orang tua dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.

Menurutnya, secara umum perilaku anak terbagi menjadi dua, yaitu perilaku baik dan perilaku buruk. Orang tua, kata dia, memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak melalui pola pengasuhan yang tepat.

“Secara umum perilaku anak itu ada dua, yakni perilaku baik dan perilaku buruk. Ketika orang tua mengetahui anak melakukan perilaku buruk maka harus berusaha bagaimana caranya mengurangi atau bahkan menghilangkan perilaku tersebut,” Ungkap Putut.

“Sebaliknya, saat anak melakukan perilaku baik maka orang tua perlu mempertahankan atau meningkatkan perilaku baik anak, misalnya dengan memberi pujian atau hadiah,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pendekatan positif dari orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan karakter anak. Karena itu, orang tua diharapkan lebih peka dalam mengamati perilaku anak sehari-hari serta mampu memberikan respon yang tepat.

Sementara itu, momentum bulan Ramadhan juga dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual peserta.

Penyuluh Agama KUA Kecamatan Talun, Gus Baedhowi Hasan, menyampaikan materi keagamaan tentang hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa meskipun puasanya tetap sah.

Menurut Gus Hasan, banyak umat Islam yang menjalankan ibadah puasa namun kurang menyadari perilaku yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai pahala puasa.

“Ada lima perkara yang menyebabkan pahala puasa hilang meskipun puasanya sah. Di antaranya adalah berbohong, ghibah atau menggunjing, melihat dengan syahwat, sumpah palsu, dan adu domba,” tutur Gus Hasan.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya menahan lapar dan dahaga saat berpuasa, tetapi juga menjaga sikap, ucapan, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana pertemuan berlangsung hidup. Para peserta tampak aktif mengikuti materi yang disampaikan. Sesekali beberapa peserta mengajukan pertanyaan untuk memperjelas penjelasan dari narasumber.

Diskusi yang terjadi menunjukkan bahwa kegiatan P2K2 tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang belajar bersama bagi para KPM untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga mereka.

Putut Daerobi menjelaskan, kegiatan P2K2 merupakan salah satu agenda rutin dalam pendampingan PKH yang bertujuan meningkatkan kapasitas keluarga penerima manfaat, baik dalam aspek pengasuhan anak, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan penyuluh agama dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat.

“Keterlibatan penyuluh agama KUA Talun dalam kegiatan P2K2 ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memberikan nilai tambah dalam pertemuan PKH,” jelas Putut.

Menurutnya, sejak Januari 2026 para pendamping PKH di Kecamatan Talun telah menjalin kerja sama dengan penyuluh agama KUA untuk bersama-sama memberikan pendampingan kepada para peserta PKH.

“Sejak Januari 2026 kami pendamping program PKH bersama penyuluh agama KUA di Kecamatan Talun telah menjalin kerja sama kolaborasi kegiatan dalam pendampingan dan peningkatan kemampuan peserta program PKH,” pungkasnya.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para KPM tidak hanya menerima bantuan sosial semata, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga mereka secara berkelanjutan. (Bin/red)