MATABLITAR.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggandeng Sanggar Budaya Patrialoka dalam penguatan pembelajaran berbasis praktik dengan menghadirkan praktisi seni sebagai dosen.

Kolaborasi ini bertujuan menjembatani teori akademik dan praktik profesional, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pelestarian seni dan budaya lokal.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan latihan rutin seni budaya yang dilaksanakan di Balai Kesenian Istana Gebang, Blitar, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa serta praktisi seni dari Sanggar Budaya Patrialoka yang selama ini aktif membina seni tradisional di Kota dan Kabupaten Blitar.

Dekan Fakultas Agama Islam UNU Blitar, Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., mengatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi seni merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang pendidikan dan industri kreatif.

“Praktisi seni membawa pengalaman nyata ke ruang akademik. Sementara perguruan tinggi menyiapkan mahasiswa agar mampu memadukan teori akademik dengan praktik profesional. Ini penting agar lulusan lebih adaptif dan siap terjun ke masyarakat,” ujar Arif.

Ia menambahkan, pada tahun ini FAI UNU Blitar, terutama Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), telah mendatangkan dosen praktisi seni tari dari Sanggar Budaya Patrialoka.

Kehadiran dosen praktisi tersebut diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran, sekaligus menanamkan kepekaan budaya sejak dini kepada calon pendidik.

Menurut Arif, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya FAI UNU Blitar dalam membangun ekosistem pendidikan yang dinamis, di mana kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dengan komunitas dan pelaku seni.

Sementara itu, Ketua Sanggar Budaya Patrialoka, Erwien Johanes, M.Pd., menyambut baik kemitraan dengan FAI UNU Blitar. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan sanggar seni merupakan kebutuhan bersama untuk mendukung kemajuan dunia akademik sekaligus menjaga keberlanjutan seni budaya tradisional.

Erwien menjelaskan bahwa Sanggar Budaya Patrialoka saat ini membina sekitar 600 peserta didik dari berbagai jenjang, mulai PAUD hingga SMA, serta kalangan umum. Bidang pembinaan meliputi seni tari, karawitan, tetembangan, wayang kulit, wayang orang, tata rias, dan berbagai bentuk seni pertunjukan lainnya.

Untuk mendukung kegiatan pembinaan, Sanggar Budaya Patrialoka memiliki sejumlah lokasi latihan yang tersebar di wilayah Blitar.

Di Kota Blitar, latihan dilaksanakan di Istana Gebang, Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP), Taman Museum Supriyadi, Gedung Kesenian Aryo Blitar, serta Agrowisata Belimbing Karangsari. Sementara di Kabupaten Blitar, lokasi latihan berada di Kademangan, Lodoyo, dan Wlingi.

Erwien berharap, kolaborasi dengan FAI UNU Blitar dapat melahirkan generasi yang mampu mengintegrasikan keilmuan akademik dengan praktik kesenian.

“Kami berharap ke depan muncul seniman yang memiliki basis akademik kuat, sekaligus akademisi yang memiliki kepekaan seni dan budaya,” katanya.

Melalui kerja sama ini, FAI UNU Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berakar pada kekayaan budaya lokal. (Wj/red)