MATABLITAR.COM – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar menyelenggarakan Sekolah Analisis Sosial sebagai upaya memperkuat kapasitas intelektual kader. Program kaderisasi ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu menumbuhkan kepekaan sosial serta kemampuan analisis kritis di kalangan kader PMII.
Kegiatan yang mengusung tema “Mengukuhkan Kepekaan Sosial Sebagai Jangkar Transformasi” tersebut memasuki sesi pertama pada Selasa, 10 Maret 2026. Acara digelar di MI Ma’arif Banggle, Kanigoro, Kabupaten Blitar, dan diikuti oleh kader PMII dari berbagai komisariat.
Program Sekolah Analisis Sosial dirancang sebagai ruang belajar untuk memahami realitas sosial secara lebih mendalam melalui pendekatan teoritik serta analisis kritis.
Melalui forum ini, kader diharapkan mampu membaca persoalan masyarakat secara sistematis sekaligus menawarkan gagasan solusi yang konstruktif.
Ketua Pelaksana kegiatan, Bayu Sutiyoso, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PC PMII Blitar, menyampaikan optimismenya terhadap manfaat program tersebut. Ia menilai Sekolah Analisis Sosial menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi intelektual di lingkungan PMII.
Menurut Bayu, forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah pembelajaran serius bagi kader untuk memperdalam pemahaman terhadap dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami optimistis kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar yang serius bagi kader PMII Blitar untuk memahami persoalan sosial secara lebih mendalam. Harapannya, kader tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kemampuan analisis yang kuat terhadap realitas masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, menegaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Analisis Sosial merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat kepekaan kader terhadap berbagai persoalan sosial di daerah.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kader PMII Blitar berasal dari masyarakat lokal. Karena itu, mereka memiliki kedekatan langsung dengan berbagai dinamika sosial yang berkembang di lingkungan sekitarnya.
“Kegiatan ini bertujuan agar kader PMII Blitar memiliki kepekaan sosial yang kuat. Karena sebagian besar kader kita berasal dari masyarakat Blitar sendiri, mereka harus mampu membaca, memahami, dan merespons berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka,” jelas Riski.
Pada sesi pertama Sekolah Analisis Sosial ini, materi utama disampaikan oleh Rudiyanto Hendra Setiawan, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Blitar. Ia membawakan materi bertajuk “Paradigma dan Landasan Teoritik Analisis Sosial.”
Dalam pemaparannya, Rudiyanto menekankan pentingnya kerangka berpikir yang sistematis bagi kader pergerakan dalam membaca realitas sosial. Menurutnya, analisis sosial tidak cukup hanya berangkat dari pengalaman lapangan, tetapi juga harus ditopang oleh landasan teoritik yang kuat.
“Seorang kader pergerakan harus memiliki kerangka berpikir yang jelas dalam membaca realitas sosial. Analisis sosial membutuhkan landasan teoritik agar kita tidak hanya melihat gejala di permukaan, tetapi mampu memahami akar persoalan yang sebenarnya,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk menjadikan analisis sosial sebagai instrumen perjuangan intelektual dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat.
Dengan digelarnya Sekolah Analisis Sosial ini, PC PMII Blitar berharap lahir kader-kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kemampuan analisis yang tajam dalam merespons berbagai persoalan masyarakat. (At/red)



Tinggalkan Balasan