MATABLITAR.COM – Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-7 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan bernuansa spiritual, sosial, dan kebudayaan di Kampus III UNU Blitar Sabtu, (23/5/2026).
Mengusung tema “Dari Tradisi Menuju Inovasi: Merawat Nilai dan Menjemput Masa Depan”, peringatan Harlah tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen membangun kampus yang religius, humanis, dan berkeadaban.
Berbagai kegiatan digelar dalam Semarak Harlah FAI ke-7, mulai dari Race to Wellness, donor darah, bazar UMKM, penanaman bunga melati putih, hingga penandatanganan Maklumat Civitas Akademika tentang komitmen menciptakan lingkungan kampus aman dan bebas dari kekerasan seksual.
Dekan Fakultas Agama Islam UNU Blitar, Dr. Arif Muzayin Shofwan, mengatakan bahwa Harlah ke-7 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang untuk merawat nilai-nilai perjuangan sekaligus menyiapkan langkah masa depan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi harus berjalan beriringan. Tradisi menjadi akar nilai dan identitas, sementara inovasi adalah jalan untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, Harlah ini kami hadirkan dengan semangat kebersamaan, kemanusiaan, dan kebermanfaatan,” ujarnya.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar, Kiai Muqorobin, dalam sambutan pembukaan Harlah mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga tradisi keilmuan dan akhlak di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Menurutnya, kampus Nahdlatul Ulama harus mampu menjadi ruang lahirnya generasi intelektual yang tidak tercerabut dari nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
“Perguruan tinggi NU harus tetap berpijak pada tradisi, adab, dan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah. Namun di saat yang sama juga harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan pemikiran yang maju. Saya melihat semangat itu tumbuh di Fakultas Agama Islam UNU Blitar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah FAI UNU Blitar yang menjadikan momentum Harlah sebagai ruang penguatan nilai kemanusiaan melalui deklarasi kampus aman dan gerakan sosial yang melibatkan masyarakat.
“Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus menjadi tempat tumbuhnya kepedulian sosial, penghormatan terhadap martabat manusia, dan keberanian menjaga moralitas,” katanya.
Pada puncak acara, juga dilakukan penanaman bunga melati putih di lingkungan Gedung Prof. Dr. H. Achmad Sodiki, M.H. Penanaman tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua PCNU Kabupaten Blitar, BPP UNU Blitar, dan Dekan FAI UNU Blitar.
Penanaman tiga bunga melati putih juga memiliki makna simbolik tersendiri. Dekan FAI menanam bunga di bagian tengah sebagai representasi keluarga besar fakultas, sementara PCNU Kabupaten Blitar dan BPP UNU Blitar berada di sisi kanan dan kiri sebagai lambang pendamping perjalanan institusi.
Selain penanaman melati putih, momentum Harlah juga ditandai dengan penandatanganan Maklumat Civitas Akademika oleh Ketua PCNU Kabupaten Blitar, BPP UNU Blitar, Dekan FAI, serta seluruh sivitas akademika.
Maklumat tersebut berisi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual.
Melalui Harlah ke-7 ini, FAI UNU Blitar berharap dapat terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan tinggi Islam yang menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. (Wj/red)



Tinggalkan Balasan