MATABLITAR.COM – Upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM) terus dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kali ini, kegiatan berlangsung di Kelompok Bendilputih 2, Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut dihadiri Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Blitar, Mahbub Al Farabi, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Talun, Baedhowi Hasan, serta Pendamping PKH Desa Tumpang, Putut Daerobi.
Dalam kesempatan tersebut, Mahbub Al Farabi mengajak KPM PKH yang berada pada usia produktif untuk memanfaatkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) sebagai langkah menuju kemandirian.
Menurutnya, program pemberdayaan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga sekaligus mempercepat proses graduasi atau keluarnya KPM secara mandiri dari kepesertaan bantuan sosial.
“Melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, kami berharap KPM usia produktif dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga secara bertahap mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” ujar Mahbub.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Selain membahas aspek ekonomi, peserta P2K2 juga mendapatkan materi tentang harmonisasi keluarga yang disampaikan oleh Gus Baedhowi Hasan.
Dalam pemaparannya, Gus Baedhowi menyoroti fenomena meningkatnya angka gugatan cerai yang diajukan oleh istri kepada suami.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik, saling memahami hak dan kewajiban, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan rumah tangga.
“Harmonisasi keluarga harus terus dijaga melalui komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan bijaksana,” ungkapnya.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Tumpang, Putut Daerobi, berharap materi yang disampaikan dalam P2K2 dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
Menurutnya, sinergi antara penguatan ekonomi dan ketahanan keluarga menjadi kunci penting dalam mewujudkan kesejahteraan KPM PKH.
Melalui kegiatan P2K2, para KPM tidak hanya memperoleh informasi terkait program sosial, tetapi juga mendapatkan bekal pengetahuan dan motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh. (Bin/red)



Tinggalkan Balasan