MATABLITAR.COM – Sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga (POR) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengikuti Pelatihan Pelatih Bola Tangan Indoor Lisensi D yang diselenggarakan Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kabupaten Blitar di Ruang Perdana Kantor Kabupaten (Kankab) Blitar, Rabu (17/6/2026).
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya program studi dalam memperkuat kompetensi profesional mahasiswa melalui sertifikasi kepelatihan olahraga.
Pelatihan yang diikuti oleh 73 peserta dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas olahraga tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi calon pelatih dan pembina olahraga. Dari total peserta yang hadir, mahasiswa POR UNU Blitar menjadi salah satu kelompok peserta dengan jumlah terbanyak.
Ketua ABTI Kabupaten Blitar, Dimas Putra Wijaya, mengatakan bahwa pelatihan berlisensi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, khususnya pada bidang kepelatihan dan perwasitan.
“Lisensi sangat diperlukan bagi seorang pelatih bola tangan,” ujarnya.
Menurut Dimas, sertifikasi yang diberikan dalam pelatihan ini merupakan lisensi dasar yang menjadi bekal awal bagi peserta untuk terlibat dalam pembinaan olahraga bola tangan secara profesional.
“Lisensi yang didapat adalah Lisensi D yang tidak hanya untuk melatih saja, namun juga bisa digunakan untuk wasit dalam pertandingan resmi,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari teknik dasar bola tangan, penyusunan program latihan, kebutuhan kondisi fisik atlet, regulasi pertandingan, hingga praktik lapangan. Kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Ketua Program Studi Pendidikan Olahraga UNU Blitar, Nur Ridwan Fauzen, M.Pd., menilai keikutsertaan mahasiswa dalam pelatihan bersertifikat merupakan langkah penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia olahraga modern.
“Kami berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang dibuktikan melalui sertifikasi dan pengalaman lapangan. Pelatihan Lisensi D ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami praktik kepelatihan secara langsung sekaligus memperoleh pengakuan kompetensi yang dibutuhkan di dunia olahraga,” ungkapnya.
Menurut Nur Ridwan, sertifikasi profesi menjadi salah satu nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki dunia kerja, baik sebagai guru pendidikan jasmani, pelatih, pembina olahraga, maupun pengelola kegiatan olahraga di masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Studi Pendidikan Olahraga UNU Blitar terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan pengembangan profesi sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman lapangan.
Keikutsertaan 22 mahasiswa POR dalam Pelatihan Pelatih Bola Tangan Indoor Lisensi D ini sekaligus menunjukkan komitmen UNU Blitar dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia olahraga yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.
Dengan bekal lisensi yang diperoleh, mahasiswa diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pembinaan olahraga pendidikan maupun olahraga prestasi di tingkat daerah dan nasional. (Wj/red)



Tinggalkan Balasan