MATABLITAR.COM – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Blitar terus memperkuat soliditas organisasi melalui agenda Konsolidasi Penguatan Kepengurusan yang dirangkai dengan sosialisasi berkala program kerja bersama perwakilan pengurus KOPRI tingkat komisariat dan rayon se-Blitar Raya.

Kegiatan yang berlangsung di Warung 17 Tepian Kali, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (2/7/2026), menjadi forum strategis untuk menyatukan arah gerak organisasi sekaligus memperkuat komunikasi antarkepengurusan dari tingkat cabang hingga rayon.

Di tengah semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi perempuan, mulai dari ketimpangan gender, kekerasan, hingga minimnya ruang partisipasi, KOPRI memandang penguatan kelembagaan sebagai langkah penting agar organisasi mampu tetap responsif dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan pengurus KOPRI dari berbagai komisariat dan rayon di Kabupaten maupun Kota Blitar. Selain menjadi ajang silaturahmi organisasi, konsolidasi juga dimanfaatkan untuk membahas dinamika kepengurusan, tantangan kaderisasi, serta strategi pelaksanaan program kerja agar berjalan lebih terarah dan terintegrasi.

Ketua KOPRI PC PMII Blitar, Laila Mufidah, mengatakan konsolidasi berkala merupakan bagian dari strategi penguatan organisasi secara berjenjang atau top-down, dimulai dari pengurus cabang, komisariat hingga rayon. Menurutnya, pola tersebut diperlukan agar seluruh kader memiliki pemahaman dan orientasi gerakan yang sama.

“Konsolidasi ini adalah bentuk penguatan struktural KOPRI secara top-down, dari KOPRI PC PMII menuju komisariat hingga rayon. Harapannya, seluruh kader memiliki orientasi gerakan yang sama dan mampu menerjemahkan nilai perjuangan KOPRI dalam kerja-kerja nyata,” ujar Laila.

Laila menegaskan, KOPRI tidak boleh hanya menjadi ruang kaderisasi yang bersifat formal. Organisasi perempuan PMII itu harus mampu melahirkan kader yang memiliki kepekaan sosial, terutama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.

Menurutnya, kader KOPRI perlu dibekali perspektif gender yang kuat agar mampu hadir dalam kerja-kerja advokasi serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Kami ingin kader KOPRI peka terhadap isu-isu gender serta memiliki keberanian untuk hadir dalam kerja advokasi atas berbagai persoalan perempuan. Kesadaran ini penting agar kader tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga substantif dalam gerakan,” katanya.

Selain memperkuat aspek ideologis dan kelembagaan, kegiatan tersebut juga menjadi media sosialisasi program kerja KOPRI PC PMII Blitar. Seluruh program yang telah dirancang di tingkat cabang dipaparkan kepada pengurus komisariat dan rayon agar implementasinya di lapangan berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan kader.

Laila menilai keberhasilan setiap program sangat bergantung pada sinergi seluruh tingkatan organisasi. Karena itu, komunikasi yang intensif dan penyamaan persepsi menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

“Program kerja yang dirancang di tingkat cabang tentu tidak akan maksimal tanpa sinergi dengan komisariat dan rayon. Karena itu, konsolidasi ini penting sebagai ruang penyamaan persepsi sekaligus evaluasi bersama,” jelasnya.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Para peserta menyampaikan berbagai masukan mengenai pola kaderisasi, penguatan forum-forum diskursus perempuan, hingga tantangan pengorganisasian kader di masing-masing kampus.

Sejumlah peserta juga menekankan pentingnya menghadirkan gerakan KOPRI yang adaptif terhadap perkembangan isu-isu kontemporer sehingga tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Melalui konsolidasi berkala ini, KOPRI PC PMII Blitar menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi perempuan yang solid, progresif, dan berkelanjutan.

Penguatan struktur organisasi dari tingkat cabang hingga rayon diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki keberanian, kapasitas, dan kepedulian untuk mengawal perubahan sosial, memperjuangkan kesetaraan, serta memperkuat peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. (At/red)