MATABLITAR.COM – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia (Wamenkop RI) Hj. Farida Farichah, M.Si., menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertema Strategi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga yang diselenggarakan Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar di Graha NU Kabupaten Blitar, Ahad (5/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan civitas akademika UNU Blitar yang terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Blitar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Blitar, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Blitar, serta pegiat ekonomi kerakyatan.
Dalam paparannya, Farida mengangkat tema Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Ia menjelaskan bahwa koperasi tidak hanya menjadi badan usaha bersama, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat yang mampu memperluas akses ekonomi, meningkatkan kapasitas keluarga, serta mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam menyediakan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau, memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih efisien, serta menjadi wadah pemasaran bagi usaha anggota.
Di samping itu, koperasi juga berfungsi sebagai media pendidikan kewirausahaan, literasi keuangan, dan pendampingan pengembangan usaha keluarga.
“Koperasi bukan sekadar lembaga, tetapi instrumen kesejahteraan yang dibangun di atas semangat gotong royong dan profesionalisme. Saya mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk tidak ragu berinovasi dan mempraktikkan berkoperasi secara modern. Bersama pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, mari kita bangun ekonomi keluarga yang tangguh demi Indonesia yang lebih sejahtera,” ujar Farida.
Farida menambahkan, penguatan koperasi sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan asas kekeluargaan sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional. Koperasi, menurutnya, menjadi instrumen yang mampu menghadirkan pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi.
Data Kementerian Koperasi menunjukkan, hingga akhir 2025 terdapat 222.462 koperasi aktif di Indonesia dengan jumlah anggota mencapai 31,85 juta orang. Adapun total aset koperasi nasional tercatat sebesar Rp325,87 triliun dengan volume usaha mencapai Rp241,81 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa koperasi masih menjadi salah satu penopang penting ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.H.I dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional tersebut. Ia menilai penguatan ekonomi keluarga merupakan agenda penting yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
“Keluarga adalah fondasi utama pembangunan ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan koperasi harus terus didorong agar mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang inklusif, memperluas kesempatan berusaha, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami mengapresiasi UNU Blitar yang menghadirkan ruang diskusi akademik seperti ini untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BPP UNU Blitar, Dr. H. Puji Wianto, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut merupakan bagian dari ikhtiar UNU Blitar dalam menghadirkan ruang akademik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap seminar ini tidak berhenti pada forum ilmiah semata, tetapi dapat melahirkan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun model pemberdayaan ekonomi keluarga yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan berbasis koperasi,” kata Puji Wianto.
Seminar nasional ini juga menjadi momentum Kick Off Satu Dekade UNU Blitar menuju usia ke-10 tahun pengabdian universitas kepada masyarakat. Peluncuran satu dekade UNU Blitar ditandai dengan pemukulan terbang secara bersama-sama oleh sepuluh tokoh yang hadir sebagai simbol kebersamaan, harmoni, dan komitmen untuk terus menguatkan peran perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan, riset, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi umat. (Wj/red)



Tinggalkan Balasan