MATABLITAR.COM – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Pertiwi pada Selasa (7/7/2026). Lembaga pendidikan non-formal tersebut menggelar acara pelepasan bagi peserta didik yang berasal dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Kecamatan Panggungrejo. Mereka adalah anak-anak yang sempat putus sekolah namun berhasil bangkit tekun menyelesaikan pendidikan kesetaraan kejar paket.
Acara pelepasan ini menjadi simbol kemenangan bagi para peserta didik yang menolak menyerah pada keterbatasan ekonomi demi masa depan yang lebih cerah.
Pesan Hangat Kepala PKBM
“Golek Ngilmu Iku Wajib Seumur Hidup”
Kepala PKBM Tunas Pertiwi, Bapak Mustofa, dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengaku tidak menyangka waktu berlalu begitu cepat hingga mengantarkan para siswa ke gerbang kelulusan.
“Gak kroso… Koyok sek dekingi… Saiki kok wes lulus (Tidak terasa… Seperti baru kemarin… Sekarang kok sudah lulus),” ungkap Mustofa dengan nada haru.
Selain memberikan ucapan selamat, Mustofa menegaskan bahwa PKBM akan selalu hadir untuk menjangkau mereka yang sempat tertinggal dalam jalur pendidikan formal. Ia juga berpesan agar para lulusan tidak lekas berpuas diri dan berani melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Di akhir sambutannya, Mustofa memanjatkan doa terbaik yang disambut tawa reyah sekaligus amien takzim dari para hadirin.
“Golek ngilmu iku wajib seumur hidup, ojo mandeg (Mencari ilmu itu wajib seumur hidup, jangan berhenti). Semoga ilmunya bermanfaat. Mugo oleh penggawean sing barokah, sing urung rabi mugo ndang temu jodone. Sing wes rabi ora usah tambah (Semoga mendapat pekerjaan yang berkah, yang belum menikah semoga segera bertemu jodohnya. Yang sudah menikah tidak usah tambah),” candanya.
Mewakili seluruh jajaran tutor, Mustofa juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses belajar-mengajar terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia menegaskan pintu PKBM Tunas Pertiwi akan selalu terbuka untuk menyambut kembali para alumni dengan cerita kesuksesan mereka masing-masing.
Sentilan “Kitab Erek-Erek” Katimkab PKH Blitar: Miskin Itu Cerita Lalu
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Blitar, Mahbub Al Farabi. Dalam sambutannya yang komunikatif, Mahbub sempat berseloroh mengenai jumlah lulusan kali ini.
“Kelulusan ada 33 anak dan para ibu-ibu KPM PKH, kayaknya ini sebuah pertanda. Menurut ‘kitab erek-erek’, angka itu identik dengan wong melarat (orang miskin). Mungkin dulunya orang tidak punya akhirnya sampai putus sekolah. Tapi per hari ini, stigma itu sudah tidak berlaku lagi karena kalian semua sudah resmi lulus dan mengantongi ijazah, dan akan meraih kesuksesan” ujar Mahbub yang disambut tepuk tangan riuh.
Mahbub memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 33 peserta didik yang telah berhasil menempuh dan menyelesaikan pendidikan Paket mereka. Menurutnya, kelulusan ini adalah momentum besar bagi keluarga KPM PKH di Panggungrejo untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. (As/red)



Tinggalkan Balasan